Home Berita Pasangan Tunangan Ditetapkan Tersangka Aborsi

Pasangan Tunangan Ditetapkan Tersangka Aborsi

434
0
SHARE

Satreskrim Polresta Sidoarjo akhirnya menetapkan pasangan AK (22) warga RT 03 RW 03 Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati Jawa Tengah, dan IE (20)  warga RT 002 RW 001 Balas Klumprik Wiyung Surabaya sebagai tersangka kasus dugaan praktik aborsi.

Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) menerapkan pasal 77A Ayat (1) Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana kurungan hingga 10 tahun dan denda maksimal hingga Rp 1 miliar.

Dikutip dari koranmemo.com, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Harris mengatakan, kasus itu terbongkar dari laporan Abdullah (48), warga Desa Tawangsari Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo atas penemuan bayi di area persawahan desa setempat pada Rabu, 17 Januari lalu.

Saat itu, Abdullah melihat pasangan yang telah bertunangan itu membawa sesuatu di dalam tas kresek berwarna merah. Karena curiga, Abdullah membongkar tanah yang digali oleh pasangan tersebut. Saat itulah, ia mendapati mayat bayi. Ia kemudian memutuskan untuk segera melapor ke polisi.

Aborsi dilakukan dua hari sebelum mengubur jenazah bayi

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, praktik aborsi dilakukan di tempat penginapan, dua hari sebelum peristiwa penemuan tersebut.

“Aborsi dilakukan di penginapan daerah Medaeng, Waru Sidoarjo. Tersangka menginap selama dua hari di tempat itu. IE, meminum obat yang dipesannya lewat online dengan harga Rp 3 juta dua strip,” katanya,seperti dikutip dari koranmemo.com, Selasa (23/1).

Praktik aborsi dilakukan dengan cara IE meminum obat khusus sejak 15 Januari, hingga pada 16 Januari, bayi keluar dengan sendirinya dalam keadaan meninggal dunia.

“Oleh AK, dibantu dengan cara mengurut perut IE, dengan dorongan ke arah bawah hingga bayi itu keluar,” ungkap mantan Kapolsek Simokerto, Polrestabes Surabaya ini.

Upaya Aborsi sebelumnya sempat gagal

Di hadapan petugas, mereka mengaku telah melakukan hal serupa ketika usia kandungan masih dua bulan. Namun usaha itu gagal. Mereka memutuskan untuk menambah dosis obat ketika usia kandungan memasuki 6 bulan karena khawatir akan dipergoki orangtua mereka.

“Pasangan ini akan menikah di bulan Maret besok,” cetuk perwira dengan satu melati di pundaknya ini.

Berjanji akan tetap menikah

Meski begitu, AE masih memegang janjinya, untuk menikahi gadis pujaan hatinya. “Saya akan tetap menikah bulan Maret mendatang meski berada di balik jeruji besi,” imbuhnya sambil menoleh ke arah tunangannya.

Perut masih sakit akibat obat aborsi

Sementara IE mengaku sampai sekarang perutnya masih terasa sakit. Sejak menelan obat untuk aborsi, perutnya mual-mual dan pedih saat bayi itu keluar dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Sampai sekarang perut saya masih terasa sakit,” tuturnya lirih sambil terus menunduk.

Aborsi itu diakuinya memang secara sengaja dan sudah kesepakatan berdua. Keduanya yang sudah tunangan itu merasa malu karena hamil di luar nikah. Nikah akan dilangsungkan bulan Maret mendatang. Soal tanggal berapanya, masih dipikirkan keduanya serta kesepakatan kedua orang tua tersangka.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here