Home Kesehatan Air di Seluruh Dunia Terkontaminasi Serat Plastik

Air di Seluruh Dunia Terkontaminasi Serat Plastik

325
0
SHARE
Jumlah rata-rata serat yang ditemukan di setiap sampel 500 ml berkisar antara 4,8 di AS sampai 1,9 di Eropa. Foto: Michael Heim / Alamy

Pengujian menunjukkan miliaran orang di seluruh dunia minum air yang terkontaminasi partikel plastik, dengan 83 persein sampel telah tercemar

Para ilmuwan telah menemukan adanya kontaminasi mikroplastik pada air keran di beberapa negara di seluruh dunia. Temuan itu mempengaruhi mereka untuk memberikan peringatan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Peneliti Orb Media telah menganalisa air keran dari belasan negara, yang kemudian di bagikan kepada The Guardian. Mereka menyatakan bahwa kisaran 38 persen air keran telah terkontaminasi serat plastik.

Dikutip dari theguardian.com, Amerika Serikat menempati urutan kontaminasi tertinggi, yaitu 94 persen. Peneliti telah melakukan analisa di beberapa lokasi termasuk sampel air keran dari gedung Kongres, markas besar Badan Pelaksana Perlindungan Lingkungan AS, dan Trump Tower di New York. Lebanon dan India menduduki peringkat berikutnya.

Citra pembesar dari microfiber pakaian dari limbah mesin cuci. Satu studi menemukan bahwa jaket bulu domba bisa menumpahkan sebanyak 250.000 serat per cuci. Foto: Courtesy of Rozalia Project

Negara-negara Eropa termasuk Inggris, Jerman dan Prancis memiliki tingkat kontaminasi terendah, namun ini masih dalam kisaran 72 persen. Rata-rata jumlah serat yang ditemukan di setiap 500 mililiter sampel air keran berkisar antara 4,8 di AS dan 1,9 di Eropa. Seperti dikutip dari The Guardian.

Analisis baru menunjukkan tingkat kontaminasi mikroplastik di mana-mana di lingkungan global. Pekerjaan sebelumnya sebagian besar terfokus pada polusi plastik di laut, yang mengakibatkan manusia memakan mikroplastik melalui makanan laut yang telah terkontaminasi.

“Kami memiliki cukup data untuk melihat satwa liar, dan dampaknya terhadap satwa liar, untuk menjadi perhatian,” kata Dr Sherri Mason, ahli mikroplastik di Universitas Negeri New York di Fredonia, yang mengawasi analisis Orb. “Jika itu berdampak [satwa liar], lalu bagaimana kita berpikir bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi kita?”. Seperti dikutip dari The Guardian.

Sebuah studi kecil di Republik Irlandia yang dirilis pada bulan Juni, juga menemukan adanya kontaminasi mikroplastik di beberapa sampel air keran dan sumur. “Kami tidak tahu dampak kesehatannya dan karena alasan itulah kami harus mengikuti prinsip kehati-hatian dan berusaha keras melakukannya sekarang, segera, jadi kami dapat mengetahui risiko sebenarnya,” kata Dr Anne Marie Mahon. di Galway-Mayo Institute of Technology, yang melakukan penelitian.

Mahon mengatakan bahwa ada dua hal utama: partikel plastik kecil dan bahan kimia atau patogen yang dapat ditancapkan oleh mikroplastik. “Jika seratnya ada, ada kemungkinan nanopartikel juga ada yang tidak bisa kita ukur,” katanya. “Setelah mereka berada dalam kisaran nanometer, mereka benar-benar dapat menembus sel dan itu berarti mereka dapat menembus organ, dan itu akan membuat khawatir.” Analisis Orb menangkap partikel berukuran lebih dari 2,5 mikron, 2.500 kali lebih besar dari nanometer.

Microplastics dapat menarik bakteri yang ditemukan di limbah, Mahon mengatakan: “Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada lebih banyak patogen berbahaya pada mikroplastik di hilir pabrik pengolahan air limbah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here