Home Berita Balita Kehilangan Ibu Jari, Ini Ceritanya

Balita Kehilangan Ibu Jari, Ini Ceritanya

359
0
SHARE
balita digigit siamang

Blitar – Seorang balita perempuan berasal dari desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar harus kehilangan ibu jari. Peristiwa itu terjadi ketika balita malang itu sedang berwisata di taman Kebonrojo Kota Blitar, Sabtu siang (1/7/2017).

Seperti dilansir dari agtvnews.com, peristiwa terjadi sangat cepat. Korban saat itu tengah bermain didampingi kedua orangtuanya di sekitar kandang monyet jenis siamang.

Tiba-tiba tangan korban ditarik salah satu monyet dari dalam kandang untuk merebut makanan yang dibawa sang bocah. Bukan hanya merebut makanan, ternyata jari jempol bocah AS juga digigit hingga putus. Selain jarinya putus, korban juga mengalami luka robek di kepala akibat cakaran monyet.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Rahayu Kota Blitar yang jaraknya paling dekat dengan Taman Kebonrojo. Namun karena kondisinya cukup parah, oleh pihak rumah sakit dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Malang.

Suparti, salah satu perawat di RS Budi Rahayu Kota Blitar menuturkan, kondisi jari jempol korban terputus sehingga diusahakan untuk disambung kembali. “Karena keterbatasan peralatan, tadi dirujuk ke RSUD Saiful Anwar Malang yang memiliki fasilitas tersebut,” kata Suparti.

Seperti diketahui, Pemkot Blitar selama ini memang melengkapi Taman Kebonrojo dengan aneka satwa termasuk monyet jenis siamang. Hingga tulisan ini dibuat belum diperoleh informasi, bagaimana bentuk tanggung jawab dari pihak pengelola taman kota terhadap korban.

Kepolisian Resort Blitar Kota langsung melakukan penyelidikan terkait penyebab balita yang mengalami luka serius akibat diterkam monyet di Wisata Kebonrojo Kota Blitar, Kamis (1/7/2017). “Saat ini anggota sudah berada di lapangan untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono SH MH.

Beberapa anggota Polres Blitar Kota tengah mendata dan mencari keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, bahkan tempat monyet juga dipasang garis polisi untuk mencegah terjadinya korban selanjutnya. “Ini penyebabnya masih didalami namun di lokasi memang sudah terpampang tulisan hewan buas dilarang mendekat,” ungkap Kasat Reskrim.

Terlepas dari papan tersebut, menurut pengunjung juga menyarankan agar sistem pengamanan kandang monyet lebih diteliti karena walaupun kandang diberi kawat namun yang bagian bawab tetap saja terbuka lebar sehingga monyet leluasa saat mengeluarkan tangannya. “Sudah sering tangan monyet keluar dari kandang dan melukai pengunjung,” ungkap Eko, petugas di Wisata Kebonrojo Kota Blitar.

Sumber : agtvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here