Home Sejarah Dam Vajont, Kemegahan Mahakarya dan Bencana ‘Tsunami’

Dam Vajont, Kemegahan Mahakarya dan Bencana ‘Tsunami’

649
0
SHARE

Dam Vajont lumat 2.500 nyawa

Italia merupakan salah satu dari beberapa Negara yang dinyatakan sebagai rawan gempa. Posisi geologi Negara itu juga sangat rentan dengan berbagai bencana alam selama berabad-abad silam. Namun bencana yanga paling mengerikan terjadi pada 54 tahun silam di sebuah lembah sekitar 100 kilometer di sisi utara Kota Venesia. Diperkirakan 2.500 orang meninggal dunia.

Bencana Dam Vajont pada tanggal 9 Oktober 1963 terjadi ketika bagian gunung yang mengangkangi perbatasan daerah Veneto dan Fruili-Venezia Giulia di Dolomites Fruilian runtuh dalam peristiwa tanah longsor besar. Peristiwa itu mengakibatkan sekitar 260 juta meter kubik hutan, tanah dan batu ke dalam waduk buatan untuk menghasilkan tenaga listrik bagi kota-kota industri di Italia.

Lereng Monte Toc (dijuluki gunung berjalan oleh penduduk setempat karena kecenderungannya untuk longsor) akhirnya ambrol setelah hujan lebat mengguyur selama beberapa hari di wilayah perbatasan antara Veneto dan Friuli-Venezia Giulia di Italia Utara.

Material longsor terdiri dari tanah, batu dan batang pohon langsung masuk ke dalam waduk berisi air dengan kecepatan diperkirakan 100 kilometer per jam (62mph). Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, material longsor menabrak waduk.

Efek yang timbul dari benturan itu hampir tak terbayangkan. Dalam beberapa detik, 50 juta meter kubik air mengisi ruang dalam waduk, menciptakan tsunami setinggi kurang lebih 250 meter. Konstruksi bendungan dapat menahan hentakan, namun air dari dalam waduk langsung meluap naik melewati dinding bendungan hingga menuju ke lembah Piave di bawahnya.

Terbangun dari tidur lelap, meski tak sempat menyelamatkan diri

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.39 malam waktu setempat. Seluruh penduduk yang menghuni desa-desa di Lembah Pivae telah tertidur lelap, dan pintu rumah terkunci. Tidak ada peringatan dini, sehingga kesempatan untuk menyelamatkan diri. Suara gemuruh disertai angin yang bertiup kencang seketika berubah menjadi petaka dan raungan nestapa.

Dahsyatnya gelombang air menciptakan kawah dengan lebar 250 meter dengan kedalaman 60 meter (200 ft) di ngarai Vajont yang sempit. Kondisi lebih parah terjadi di seberangnya yang membentuk kawah dengan kedalaman sekitar 80 meter.

Luapan air menuju lembah Piave mendorong sebuah kantong udara yang menghasilkan energi yang lebih dahsyat dibanding bom atom yang meratakan Hiroshima. Begitu kuat sehingga sebagian besar korban ditemukan telanjang, pakaian mereka robek akibat dengan ledakan.

Dalam hitungan menit, desa Longarone, Pirago, Rivalta, Villanova dan Faè telah seakan hilang dari peta. Rata dengan tanah. Terhitung sekitar 2.000 jiwa atau 80 persen, meninggal dunia.

Korban yang lain berada di desa-desa di hilir, dan juga di sisi berlawanan dari waduk sampai tanah longsor, dimana gelombang besar lainnya menyapu lereng bukit.

Diperkirakan, lebih dari separuh dari korban tidak pernah ditemukan. Tubuh mereka terkubur terlalu dalam untuk dapat ditemukan di bawah dataran lumpur yang luas. Korban yang lain terbawa arus hingga beberapa mil di sepanjang Sungai Piave, bahkan mungkin beberapa menuju ke Laut Adriatik.

Pemakaman massal menjadi monumen

Sebuah pemakaman di Fortogna, menjadi bukti sejarah tragis bencana banjir Dam Vajont. Deretan batu nisan marmer menjadi penanda pemakaman atas ribuan jasad korban, meskipun nama yang terpampang tidak sesuai dengan jenazah yang dikuburkan. Tidak diperkenankan meletakkan bunga atau apapun di area tersebut.

Pasca bencana tersebut, pemerintah Italia bersama dua otoritas terkait pembangunan bendungan, yakni Adriatic Energy Corporation (Societa Adriatica di Elettrica) dan, Badan Nasional untuk Ketenagalistrikan (Ente nazionale per l ‘energia elettrica) mengumumkan jika tragedy tersebut merupakan faktor bencana alam belaka.

Faktanya adalah, meski muncul banyak peringatan tentang ketidak stabilan situs yang dipilih sebagai lokasi pembangunan, dan proyek tersebut terus berlanjut.

Sejumlah insinyur akhirnya diadili, dan beberapa dinyatakan bersalah karena kelalaian. Namun hukuman yang dijatuhkan terlihat terlalu lunak. Pemerintah didesak untuk menuntut Korporasi Energi Laut Adriatik agar mendapatkan kompensasi namun pada akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.

Di antara acara yang diadakan untuk memperingati 50 tahun bencana tersebut pada tahun 2013, sebuah tahap perlombaan balap Giro d’Italia selesai di kotamadya Erto e Casso di sisi utara waduk, dengan tahap selanjutnya dimulai di Longarone.

Menjadi destinasi wisata

Saat ini, Bendungan Vajont yang sebagian besar tidak rusak – merupakan bukti keagungan mahakarya, pada ketinggian 262m (860ft) tertinggi di dunia pada saat konstruksi. Lokasi itu terbuka untuk umum dan telah didirikan sebuah kapel sebagai bentuk peringatan. Desa Longarone yang dibangun kembali terdapat sebuah gereja peringatan yang dirancang oleh salah satu arsitek abad ke-20 paling berpengaruh di Italia, Giovanni Michelucci.

Tip perjalanan

Kota terpenting di lembah Piave bagian atas, terletak sekitar 30km selatan Longarone, adalah Belluno, bekas Kota Alpine Tahun Ini, di mana telah ada penyelesaian dari beberapa jenis sejak sekitar 220BC. Selanjutnya ia beralih ke tangan orang Romawi. Sarkofagus Caius Flavius Hosilius dan istrinya Domitia dapat ditemukan di gereja Santo Stefano, yang dibangun di lokasi pemakaman Romawi.

*Diterjemah dan disadur dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here