Home Berita Ini Yang Dilakukan Bupati Ponorogo Untuk Modernisasi Tambang Gamping

Ini Yang Dilakukan Bupati Ponorogo Untuk Modernisasi Tambang Gamping

383
0
SHARE

Modernisasi kawasan tambang Gunung Gamping di Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur mendapat perhatian serius dari Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo ini mengklaim telah menyiapkan solusi atas tuntutan dari puluhan penambang tradisional di kawasan tersebut.

Dikutip dari koranmemo.com, kendati tetap melaksanakan modernisasi tambang dengan alat berat dan pembangunan pabrik penggilingan batu gamping di kawasan ini, Bupati mengaku akan melakukan pembagian wilayah tambang menjadi dua kategori. Yakni tambang produktif dan tambang rakyat.

Menyulap Limbah Menjadi Berkah, Dari Kaca Bekas Jadi Interior Berkelas

Langkah itu disebut bupati sebagai upaya mengakomodir penambang tradisional yang masih dapat melakukan aktifitas tambang secara tradisional. Tercatat, sedikitnya 54 orang penambang tradisional masih menggantungkan ekonomi mereka di kawasan tersebut.

Pabrik penggilingan batu gamping yang untuk kenhutuhan pakan ternak dan semen ini didanai dua investor besar dari luar Ponorogo. Keberadaan pabrik tersebut diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain perekonomian penduduk di sekitar gunung gamping juga akan terdongkrak.

”Saat ini kita masih tunggu izin keluar dulu. Untuk alat berat dan pabrik tetap akan berjalan, karena kita dituntut meningkatkan PAD. Kedepan akan ada pembagian wilayah yakni tambang produktif dan tambag rakyat,” ujar Ipong, Minggu (26/11) seperti dikutip dari koranmemo.com.

Bupati menambahkan, langkah modernisasi pertambangan di area gunung gamping harus berjalan, dalam rangka mengoptimalkan kinerja PD Sari Gunung, yang selama ini dituding tidak maksimal dalam memberikan sumbangsihnya ke daerah. Ia membeberkan Pemkab Ponorogo tiap tahunya selalu menggelontor dana penyertaan modal ke salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini sebesar Rp 1 miliar, namun hanya mampu dikembalikan Rp 10 juta per tahunnya.

”Ekonomi itu akan mengeliat bila ada investasi, namun kita juga paham masyarakat memang tidak bisa dikalahkan untuk itu kita akan membuka lapangan kerja di sana tentunya. Sayang kalau kita punya potensi tapi tidak dimanfaatkan. Jadi saya minta masyarakat untuk bersabar,” pungkasnya.

Sebelumnya, puluhan penambang tradisional kawasan Gunung Gamping Kecamatan Ponorogo mendatangi kantor DPRD Ponorogo. Mereka menuntut pembukaan kawasan tambang dan penghentian modernisasi kawasan gunung gamping oleh Pemkab Ponorogo. Warga menuding keberadaan alat berat dan pembangunan pabrik penggilingan batu mematikan mata pencaharian mereka.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here