Home Pengetahuan Kota Itu Sekarang Bernama Jakarta

Kota Itu Sekarang Bernama Jakarta

657
0
SHARE
Peta Batavia

Jakarta merupakan salah satu kota di pesisir bagian barat pulau Jawa. Wilayah dengan luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²) dihuni oleh 10.309.310 jiwa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pada Desember 2016. Jumlah penduduk tersebut terbagi dalam 6 wilayah. Yakni Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Barat, Selatan, dan Timur.

Peta Batavia

Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Jakarta juga dijuluki dengan istilah J Town, atau bahkan yang lebih popular adalah The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding dengan New York City (Big Apple) di Indonesia.

Mulanya kota pelabuhan ini diberi nama Sunda Kelapa. Namun pada tanggal 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah menghancurkan Sunda Kelapa dan mendirikan kota Jayakarta di area tersebut. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya kota Jakarta.

Jayakarta kemudian semakin berkembang dengan banyaknya pedagang dari Cina, India, Arab dan Eropa serta dari Negara-negara lainnya yang saling bertukar barang-barang/komoditi.

Masa Kedatangan VOC

Pada tahun 1619, Pemerintahan Belanda (VOC) di bawah kepemimpinan Jan PieterszoonCoen menghancurkan Jayakarta. VOC kemudian membangun kota tersebut di bagian barat sungai Ciliwung. Kota itu kemudian diberi nama Batavia. Nama yang diambil dari Batavieren, yang merupakan nenek moyang bangsa Belanda.

Di masa-masa kejayaannya Batavia yang terkenal sebagai ‘Permata dari timur’, diduduki oleh VOC dan kemudain akhirnya diduduki pemerintah Belanda yang terbentang luas di kepulauan Hindia timur. Kemudian pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta.

Batavia direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda, yaitu dibangun dalam bentuk blok, masing-masih dipisahkan oleh kanal dan dilindungi oleh dinding sebagai benteng, dan parit. Batavia ini selesai dibangun pada 1650. Batavia tua adalah tempat tinggal bangsa Eropa, sementara bangsa Cina, Jawa dan penduduk asli lainnnya disingkirkan ke tempat lainnya.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.

disadur dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here