Home Hiburan Letusan Super Volcano Ribuan Tahun Lalu Membentuk Danau Toba

Letusan Super Volcano Ribuan Tahun Lalu Membentuk Danau Toba

519
0
SHARE

Danau Toba terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia adalah sebuah danau alam besar tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah supervulkan. Danau ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 505 meter (1.666 kaki). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Terbentuknya danau toba

Diperkirakan, Danau Toba terbentuk akibat sebuah ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu.  Ledakan itu merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan, bahwa jumlah total material letusan sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan sekitar 800 km3 yang jatuh sebagai abu terutama ke barat. Aliran piroklastik dari letusan menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 meter dengan kawah utama.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menurunkan hingga 60 persen jumlah manusia dari jumlah populasi bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Masih menjadi sebuah perdebatan, apakah benar letusan itu kemudian menjadi penyebab terjadinya zaman es. Namun yang pasti, setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi air dan menjadi seperti sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.

Dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat, tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan tentang temuan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler. Situs itu mengungkap cara manusia bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari universitas Oxford tersebut melakukan penelitian proyek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya berupa sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim akhirnya menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here