Home Pengetahuan Mengenal Lebih Dekat Sosok Douwes Dekker

Mengenal Lebih Dekat Sosok Douwes Dekker

1214
0
SHARE

Latar Belakang Keluarga

Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker, nama lengkap dari sosok yang akrab disebut sebagai Douwes Deker. Lahir pada tanggal 8 Oktober 1879, di Pasuruan Jawa Timur dari pasangan Auguste Henri Edoeard Douwes Dekker dan Louisa Neumann. Keduanya merupakan warga keturunan asing yang tinggal dan menetap di Indonesia.

Auguste Henri Edoeard Douwes Dekker, berdarah Belanda yang bekerja sebagai agen di Nederlandsch Indisch Escomptobank, yang kala itu dikenal sebagai bank kelas kakap. Sementara itu, Louisa Neumann merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia lahir di Pekalongan, Jawa Tengah dari pasangan campuran Jerman-Jawa. Keluarganya sering berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain di Indonesia.

Robot Mirip Penari Tayub dari Barang Bekas

Pada tahun 1903, Douwes Dekker menikah dengan seorang wanita berdarah campuran Jerman-Belanda bernama Clara Charlotte Deije (1885-1968), dan dikaruniai 5 orang anak. Dua orang diantaranya adalah laki-laki yang meninggal dunia ketika masih bayi. Sedangakan 3 anaknya yang masih hidup adalah perempuan. Selama 16 tahun bersama Clara, biduk rumahtangga Douwes Dekker akhirnya kandas, hingga berujung perceraian pada tahun 1919.

Douwes Dekker kemudian menikah lagi dengan wanita Indo keturunan Yahudi bernama Johanna Petronella Mossel (1905-1978). Johanna adalah salah satu guru yang sangat berperan dalam kegiatan kesekretariatan di Ksatrian Instituut, sekolah yang didirikan oleh Douwes Dekker.

Dikirim ke pengasingan, istri tak pernah membalah suratnya

Dari perkawinan ini mereka tidak dikaruniai anak. Gejolak peperangan saat itu kemudian mengakibatkan Douwes Dekker dibuang ke Suriname pada tahun 1941. Kondisi ini mengakibatkan pasangan ini harus berpisah. Johanna kemudian menikah dengan Djafar Kartodiredjo, yang juga merupakan seorang Indo (sebelumnya dikenal sebagai Arthur Kolmus), tanpa perceraian resmi terlebih dahulu. Selama dalam pengasingan, Douwes Dekker rutin mengirim surat kepada Johanna meskipun tak pernah mendapat balasan sama sekali.

Kembali ke Indonesia secara sembunyi-sembunyi

Ketika Douwes Dekker “kabur” dari Suriname dan menetap sebentar di Belanda pada tahun 1946, ia dikabarkan dekat dengan perawat yang mengasuhnya, Nelly Alberta Geertzema née Kruymel. Ia adalah seorang Indo berstatus janda beranak satu. Nelly kemudian menemani Douwes Dekker yang menggunakan nama samaran pulang ke Indonesia agar tidak ditangkap intelijen Belanda.

Menikah untuk ketiga kalinya, dan mengganti nama

Harapan besarnya kembali ke Indonesia untuk berkumpul kembali bersama istrinya sirna, ketika ia tahu bahwa Johanna telah menikah lagi dengan Djadar. Douwes Dekker, lantas memutuskan untuk menikahi Nelly pada tahun 1947. Ia kemudian merubah namanya menjadi Danoedirdja Setiabuddhi. Begitupun yang mengganti namanya dengan Haroemi Wanasita, nama-nama yang diusulkan oleh Sukarno. Sepeninggal Douwes Dekker, Haroemi menikah dengan Wayne E. Evans pada tahun 1964 dan kini tinggal di Amerika Serikat.

Douwes Dekker dikenal sebagai sosok yang sangat idealis. Ia lebih mementingkan fokus pada perjuangan idealismenya dibandingkan keluarga. Hal inilah yang membuat perhatian Douwes Dekker kepada anak-anaknya sangat kurang. Ia pernah berkata kepada kakak perempuannya, Adelin, bahwa perjuangannya adalah demi masa depan yang baik kepada anak-anaknya di Hindia (Indonesia) kelak yang merdeka. Pada kenyataannya, semua anaknya meninggalkan Indonesia menuju ke Belanda ketika Jepang masuk. Demikian pula semua saudaranya, tidak ada yang memilih menjadi warga negara Indonesia.

*Disadur dari berbagai sumber

Lantai Batu Bata Ditemukan di Lokasi Candi Gempur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here