Home Berita Permintaan Duparatus Meningkat Jelang Imlek

Permintaan Duparatus Meningkat Jelang Imlek

255
0
SHARE

Hari Raya Imlek bakal jatuh pada hari Jumat, 16 Pebruari mendatang. Menjelang perayaan tahun baru China itu menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha dupa (duparatus). Seperti pengusaha dupa di Desa Bedalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Permintaan dupa yang menjadi salah satu unsure utama sembahyang bagi umat Konghucu, meningkat hingga lebih dari 50 persen.

Dikutip dari koranmemo.com, Aminah, seorang pengrajin dupa rumahan mengaku pada hari biasa, permintaan dupa ke luar kota mencapai 3 ton setiap minggunya. Sedangkan menjelang perayaan imlek tahun ini, permintaan mengalami kenaikan hingga 50 persen lebih atau sekitar 30 ton dupa per minggu.

“Saat imlek mengalami kenaikan 50 persen. Permintaan tertinggi biasanya datang dari Bali, Kalimantan, Pematang Siantar, Surabaya dan Jakarta. Permintaan di beberapa kota tersebut cukup tinggi,” ungkapnya, seperti dikutip dari koranmemo.com.

Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan biasanya diimbangi dengan kenaikan harga. Jika pada hari-hari biasa harga per kilogram dupa di pasaran hanya pada kisaran Rp 20 ribu, menjelang perayaan imlek bisa naik pada kisaran Rp 25 ribu. “Permintaan duparatus juga meningkat, terutama dari luar kota,” ujarnya.

Kondisi cuaca yang dinilai kurang bersahabat, akibat meningkatnya curah hujan belakangan, Aminah mengaku tidak risau sama sekali. Karean ia sudah mempersiapkan metode pengeringan alternative. Bahkan beberapa pelaku usaha lainnya juga sudah memilki alat pengering.

“Proses jemurnya butuh waktu kurang lebih 8 jam. Jika saat musim hujan seperti ini, bisa 2 hari sampai 3 hari. Saat ini cuaca tidak terlalu menjadi kendala, karena terbantu pengeringan dengan oven,” jelasnya.

Aminah memproduksi berbagai macam macam. Tapi yang paling banyak permintaan untuk kali ini yakni dupa khusus impor yang berwarna merah dan natural tanpa warna.

Sementara untuk bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi dupa miliknya juga tidak terlalu sulit dicari, seperti bambu dan serbuk kayu. “Kayu yang digunakan dapat dari kayu cendana, kamper, batok kelapa atau kayu lain yang sifatnya mudah terbakar,” ungkapnya.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here