Home Berita Ribuan Santri Iringi Kepergian Pejuang Hizbullah

Ribuan Santri Iringi Kepergian Pejuang Hizbullah

289
0
SHARE
KH. Sholeh Qosim
photo by : koranmemo.com

Umat Islam di Sidoarjo, khususnya para santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahauddin Al Isma’iliyah Ngelom, Sepanjang, Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo berduka. KH Sholeh Qosim, sosok kiyai yang selama ini menjadi pengasuh para santri telah berpulang.

Dilansir dari koranmemo.com, jenazah almarhum dimakamkan di area makam di belakang Masjid Bahauddin. Ribuan santri dan kiyai memenuhi halaman pondok memberikan penghormatan terakhir kepada sang kiyai, Jumat (11/5) siang.

Suasana tampak semakin sakral, manakala jenazah hendak dihantar menuju area makam. Ribuan peziarah berebut ingin mengangkat keranda yang membawa jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya usai shalat Jumat.

Tampak Rois Syuriah NU Kabupaten Sidoarjo KH Rofiq Siradj, memimpin prosesi pemakaman. Ia bahkan tak kuasa memendam kesedihan mendalam atas kepergian almarhum, yang semasa hidup, dinilai merupakan figur kyai yang berpengaruh dan dihormati oleh semua ulama.

“Almarhum tenaganya semasa hidup selalu dibuat untuk kemaslahatan ummat. Beliau selalu rutin mengisi pengajian di berbagai tempat. Ilmu almarhum sangat tinggi dan selalu terlihat tawadlu,” katanya, seperti dikutip dari koranmemo.com.

Kyai kelahiran Kedungcangkring Jabon ini menuturkan, bagaiman almarhum sangat disegani oleh seluruh ulama di Nusantara. Ia mengingat kembali masa perjuangan almarhum selama menjadi bagian dari lascar Hibullah dalam merebut kemerdekaan bangsa. “Almarhum kyai yang alim,” pungkasnya.

Almarhum KH. Sholeh Qosim meninggal dunia pada hari Kamis, (10/8). Beliau tutup usia di umur 88 tahun saat melakukan ibadah shalat maghrib.

“Salat Maghrib sujud tidak bangun, tasbih masih di tangan, pendungane (minta doanya),” ujar Gus Miftah cucu almarhum.

Pada HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kiai Qosim diundang untuk hadir. Pada kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia sempat mencium tangan KH Sholeh Qosim.

Kapolda Kehilangan Sosok Guru

Sementara itu, diantara ribuan pelayat, tampak beberapa pejabat tinggi negara yang juga larut dalam suasana duka. Mereka bergabung dengan para santri untuk mengantar jenazah Kiyai Qosim ke tempat peristirahatannya, Jumat (11/5). Termasuk diantaranya adalah Kapolda Jatim Irjen Pol Machfudz Arifin.

Kedatangannya bersama dengan Waka Polda, Brigjen Pol Drs. Widodo Prihartopo beserta pejabat utama Polda. Ketika datang, Kapolda beserta rombongan langsung menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat jenazah di rumah duka.

Kapolda mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan sembari mengobrol dengan pihak keluarga almarhum. “Beliau (KH Sholeh Qosim red,) kiai uang disegani oleh semua kalangan. Kami merasa kehilangan atas kepergian KH Sholeh Qosim,” katanya.

Kapolda juga mengaku kerap bertemu dengan almarhum dan banyak mendengar fatwa-fatwa yang disampaikan. “Pak kiai orang yang baik. Kami merasa sangat kehilangan,” terangnya lagi.

Selang setelah rombongan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, juga datang H. M Nuh mantan Menteri Pendidikan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertakziah ke rumah duka.

Pada kesempatan yang sama, Waka Komandan Kodiklatal Laksamana Pertama TNI Sugeng Ing Kaweruh juga terlihat hadir bertakziah sekaligus memberikan penghormatan terkahir bersama rombongan.

“Beliau guru kami, sesepuh kami dan orang tua kami. Semoga beliau husnul khotimah,” tungkasnya singkat.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here