Home Hiburan Sejarah dan Pencipta Gamelan

Sejarah dan Pencipta Gamelan

7133
1
SHARE

Gamelan, siapa yang tidak kenal dengan alat musik tersebut. Keberadaan gamelan tidak hanya diakui oleh kalangan seniman musik nusantara, melainkan telah mendunia. Tak heran jika banyak pecinta musik dari mancanegara juga terkadang menyempatkan diri untuk belajar tentang gamelan.

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya. Alat musik Gamelan merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama.

Gamelan sendiri berasal dari kata kerja “gamel” (dalam bahasa Jawa), yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda. Orkes gamelan banyak terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok dalam berbagai jenis, ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa setelah abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sebagai sinonim dari gamelan.

Alat-alat musik gamelan didominasi material kayu dan gangsa, atau sejenis logam campuran timah dan tembaga. Instrumen pengiring gamelan antara lain kendang, bonang, panerus, gender dan gambang. Juga ada suling, siter, clempung, slenthem, demung dan saron. Selain tentu saja gong, kenong, kethuk, japan, kempyang, kempul dan peking.

Sejarah Gamelan Jawa

Gamelan muncul dari budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah cara menyanyikannya.

Dalam mitologi Jawa, diyakini bahwa gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan

Bentuk gamelan, awalnya ditemukan terpahat di relief candi Borobudur, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik seperti suling bambu, lonceng, kendang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Gamelan Jawa Tengah berbeda dengan gamelan Bali, berbeda juga dengan gamelan Sunda. Gamelan Jawa terbilang memiliki nada yang lebih lembut. Gamelan Bali cenderung rancak dan gamelan Sunda terdengar mendayu dengan dominasi seruling.

Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.

Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun saat ini gamelan masih digunakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan hanya digunakan mayoritas masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan D. I. Yogyakarta.

*dari berbagai sumber

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here