Home Pengetahuan Sejarah Penciptaan Becak

Sejarah Penciptaan Becak

1589
0
SHARE

Becak, siapa yang tak kenal dengan moda transportasi umum yang sangat ramah lingkungan ini. Di tengah laju perkembangan zaman yang kian pesat dan melesat secepat kiltat, becak masih menjadi moda transportasi primadona bagi sebagian kecil masyarakat.

Namun keberadaan becak, lambat laun semakin terhimpit aneka moda transportasi modern dengan segala bentuk polusi. Becak memang sangat ramah lingkungan, namun sangat ironis ketika semakin keras teriakan menjaga pelestarian lingkungan, tak berbanding lurus dengan nasib tukang becak yang kian hari kian tergilas roda zaman.

Nasib tragis juga telah menimpa moda transportasi ramah lingkungan lainnya, yang kini telah masuk museum, meski di beberapa pelosok masih juga beroperasi, yakni dokar. Dokar atau andong atau kereta kuda, merupakan moda transportasi ramah, dan murah. Tidak perlu berfikir tentang berapa harga bahan bakar minyak per liter. Penarik becak hanya perlu mengisi perut, dan menjaga stamina mereka agar dapat terus menarik becak demi mengais rezeki.

Tidak ada catatan pasti mengenai sejarah asal mula becak. Berbagai literasi, masih belum memberikan gambaran utuh dan pasti sejak kapan dan siap sebenarnya yang pertama kali menemukan moda transportasi itu.

Jawa Shimbun terbitan 20 Januari tahun 1943 menyebut, becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia pada akhir 1930-an. Pernyataan itu diperkuat dengan catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar.

Dalam catatan berjudul “Pen to Kamera” terbitan 1937 itu disebutkan, becak ditemukan oleh seorang pemilik toko sepeda berkebangsaan Jepang yang tinggal di Makassar. Pria itu bernama Seiko-san.

Ide pembuatan becak muncul, ketika ia mulai memutar otaknya lantaran melihat banyaknya tumpukan sepeda yang tak terjual di tokonya. Saat itulah muncul ide pembuatan kendaraan roda tiga layaknya becak masa kini. Sebenarnya nama Becak sendiri berasal dari bahasa Hokkien yaitu: Be Chia “kereta kuda”

Sebuah artikel menyebutkan, sejarah becak berasal dari Negara Jepang. Awalnya, pada tahun 1869 seorang pria Amerika bernama Goble yang tinggal di Jepang dan menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat sedang berkeliling menikmati pemandangan Kota Yokohama.

Ia memiliki seorang istri yang sangat dicintainya. Terbersit dalam benaknya, keinginan berbagi kebahagiaan itu bersama istrinya. Namun ia memikirkan cara, agar istrinya tidak capek berjalan berkeliling bersamanya menikmati pemandangan kota.

Terbersit di benaknya, sebuah kendaraan/alat transportasi sederhana yang hanya ditumpangi oleh satu orang saja, sehingga tidak memerlukan kuda untuk menariknya, namun cukup manusia saja.

Goble kemudian mulai menggambar design kendaraan, berupa sebuah kereta kecil tanpa atap diatasnya. Bentuknya sangat sederhana sekali. Dia lantas mengirim gambar rancangan kereta kecil tersebut ke sahabatnya bernama Frank Pollay.

Pollay membuatnya sesuai dengan rancangan Goble lalu membawanya ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler. Dari gambar yang telah disempurnakan itu, kemudian dibuatlah bentuk nyata sebuah kereta kecil yang sederhana dan cukup hanya untuk ditarik seorang manusia saja.

Masyarakat Jepang yang melihat kereta kecil itu menamakannya “Jinrikisha”. “Jin” artinya “Orang”, “Riki” artinya “Tenaga”, dan “Sha” artinya “Kendaraan”, yang kalau digabung artinya “Kendaraan Tenaga Manusia”.

Tapi pada tahun 1950-an kereta yang ditarik manusia ini mulai menghilang di Jepang. Dan pada tahun 1900-an Jinrikisha akhirnya diketahui juga oleh masyarakat Tiongkok. Bahkan dalam waktu singkat dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum di Tiongkok.

Kendaraan ini dalam bahasa Inggris diberi nama Rickshaw, dan penariknya dinamakan Hiki. Namun mulai 1970, para aktivis kemanusiaan melarang Rickshaw beroperasi di seluruh jalan-jalan di negeri Tiongkok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here