Home Politik Sekilas Biografi KH. Ma’ruf Amin, Cawapres Pilihan Jokowi

Sekilas Biografi KH. Ma’ruf Amin, Cawapres Pilihan Jokowi

285
0
SHARE

Nama KH. Ma’ruf Amin, belakangan menjadi populer, dan menjadi perbincangan hangat. Wajar saja, karena secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya justru menjatuhkan pilihannya untuk bersama ulama kharismatik yang menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Rais ‘Aam PBNU itu.

Nama KH. Ma’ruf Amin sebenarnya telah muncul dan masuk dalam bursa cawapres mendampingi Jokowi, disamping beberapa tokoh lain seperti Mahfud MD, dan beberapa nama besar lainnya. Ulama yang lahir di Tangerang pada 11 Maret 1943 itu, sebenarnya sudah tidak asing dengan percaturan politik nasional.

Pria lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng yang juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, Jawa Barat ini, memulai kariernya di dunia dakwah dari bawah. Ia juga pernah bergabung menjadi anggota Koordinator Dakwah (Kodi) Jakarta pada tahun 1971 – 1977. Pengetahuan bidang agama dan wawasan kebangsaan yang mendalam sudah tidak diragukan lagi pada sosok KH. Ma’ruf Amin. Ia bahakn pernah anugerah Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) untuk bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Aktif di NU dan MUI

Bagi kalangan Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Ma’ruf Amin bukanlah nama yang asing lagi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor Jakarta Periode 1964 – 1966, yang kemudian berlanjut menjadi ketua NU Jakarta hingga tahun 1967. Karir organisasinya terus menanjak, hingga kemudian ia juga terpilih sebagai ketua wilayah NU Jakarta periode tahun 1968 – 1976.

Di tengah kesibukannya di NU dan MUI, Ma’ruf Amin diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden selama periode 2007-2009 dan 2010-2014.

Karir organisasinya di NU terus memuncak hingga menjabat sebagai Rais Aam (Ketua Umum) Syuriah PB NU periode 2015-2020. Pada periode yang sama, ia juga mendapat amanah sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Karir Politik di PPP dan PKB

Karir bidang politiknya bermula ketika ia bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak tahun 1971 hingga tahun 1982. Keterlibatannya dalam partai berlambang Ka’bah itu mengantarkannya menjadi salah satu anggota DPR RI pada tahun 1973 hingga 1977. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, dan sempat menjabat sebagai ketua fraksi PPP.

Setelah beberapa lama meniti karir politik di PPP, KH Ma’ruf Amin kemudian memilih untuk bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa yang baru lahir pada tahun 1997. Saat itu, ia langsung mendapat amanat sebagai Ketua Dewan Syuro partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu. Melalu PKB, sosok Ma’ruf Amin juga menempati posisi di kursi legislatif. Ia sempat menjadi anggota MPR RI pada tahun 1997 hingga 1999, dan berlanjut menjadi anggota DPR RI hingga tahun 2004.

Memilih Konsen di Ormas dan MUI

Panasnya dinamika politik di PKB dan nasional, ia memilih konsentrasi ke ormas Islam NU dan MUI. Ma’ruf pun menjalaninya dengan khidmat. Ia termasuk menjadi salah satu pengurus NU dan juga aktif di Komisi Fatwa MUI.

Nama KH Ma’ruf Amin semakin terkenal ketika MUI mengeluarkan fatwa soal dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Fatwanya mendorong terjadinya Demo 4 November 2016. Ribuan umat Islam dari berbagai ormas dan daerah merengsek ke Istana Presiden atas nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

*Dikutip dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here