Home Berita Sindikat Kejahatan Todongkan Pistol Gasak Truk Pasir

Sindikat Kejahatan Todongkan Pistol Gasak Truk Pasir

100
0
SHARE
Sindikat Kejahatan Todongkan Pistol
Sindikat Kejahatan Todongkan Pistol

Trenggalek – Tiga dari lima orang anggota sindikat kejahatan dengan modus berpura-pura melakukan penangkapan, akhirnya ditangkap oleh Polres Trenggalek. Polisi langsung bertindak setelah mendapat laporan dari korban, Moh Erik Rikiawan (31) warga Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 164 RT/RW 04 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri yang berprofesi sebagai sopir truk yang mengaku sempat ditodong dengan pistol di tepi jalan tak jauh dari terminal di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Erik menuturkan sendiri kisah tragis yang dialaminya itu ketika Polres setempat menggelar pers rilis, Selasa (20/8). Sebelum kejadian itu, ia memposting tentang jual beli pasir di media sosial Facebook. Tepat pada tanggal 30 Juli lalu, ia menerima telepon dari salah satu pelaku anggota sindikat yang hendak membeli pasir darinya. “Setelah itu keesokan harinya disepakati transaksi di wilayah Durenan,” katanya, seperti dilansir dari koranmemo.com.

Korban Disekap dan Dianiaya di Dalam Mobil

Kepolisian Resort Trenggalek akhirnya membongkar sindikat tindak kejahatan bermodus penangkapan. Tiga tersangka diamankan dan dua tersangka lainnya masih menjadi buron. Sebelumnya mereka melancarkan aksinya dipinggir jalan dekat terminal di Kecamatan Durenan Trenggalek.

Erick tak menyangka, telepon yang harusnya memberi keuntungan dari penjualan pasir yang ia harapkan justru berubah menjadi petaka bagi dirinya. Setelah melaksanakan tugasnya untuk mengantarkan pasir sesuai pesanan, dari Heru Susanto (33), datanglah tiga tersangka lainnya menggunakan mobil nopol W 1643 VO. “Tiba-tiba saya langsung di bekap dan dipukuli,” cerita dia.

Erick yang masih merasa kebingungan, langsung dimasukkan ke dalam mobil, yang di dalamnya sudah ada tiga tersangka yakni Sumarno (48), Adit Lutfi (31) dan tersangka lain berinisial A yang kini masuk DPO. Ia bahkan menerima perlakuan kasar dan tidak manusiawi di dalam mobil dari para pelaku anggota sindikat kejahatan. Dalam kondisi terikat pada tangan dan kaki, serta mata dan mulut tertutup, hanya mendapat keterangan jika dirinya dituduh terlibat jaringan narkoba. “Katanya saya ditangkap karena kasus narkoba, saya hanya bisa pasrah,” imbuhnya.

Korban Berhasil Lolos

Meskipun berulang kali mendapat siksaan di dalam mobil, Erick tetap berontak hingga akhirnya berhasil melarikan diri, tepatnya di Jalan Raya Desa Bogo Kabupaten Sragen. Setelah berhasil membuka pintu mobil yang digunakan oleh sindikat tersebut, dia langsung melompat dan meminta bantuan warga. “Pelaku turun, namun ada warga yang melihat,” kata Erik.

Erik mendapat pertolongan dari warga yang melintas dan langsung melapor ke Polres Sragen. Tak lama berselang, Satreskrim Polres Trenggalek langsung menciduk sindikat kejahatan tersebut. Tiga orang tersangka diamankan petugas di wilayah Perbukitan Kecamatan Borobudur Magelang.

Ketiga anggota sindikat itu dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. Selain membekuk tiga tersangka, petugas juga mengamankan truk yang dirampas dari Erik.

Polisi Temukan Truk yang Dijarah Sindikat Kejahatan

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S mengaku telah mengamankan truk yang dijarah oleh sindikat kejahatan itu dari seseorang berinisial R di wilayah Probolinggo yang masih dalam pengejaran. Namun kondisi truk sudah tidak lagi utuh. “Sudah di kanibal,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, setiap anggota sindikat kejahatan itu, memiliki peran masing-masing. Polisi juga masih memburu anggota sindikat kejahatan lainnya, berinisial A. “Jadi dalam melancarkan aksi mereka membagi peran dan tak segan melukai korban,” jelasnya.

Setiap anggota sindikat kejahatan tersebut memperoleh bagian masing-masing dari hasil jarahan mereka. Termasuk pembagian presentasi hasil perampasan yang ditaksir mencapai Rp 30 juta. “Tersangka S mendapatkan Rp 20 juta, sisanya kedua pelaku,” pungkasnya.

Polisi Kembangkan Kasus

Namun saying sekali , polisi enggan membeberkan secara detail senjata yang digunakan. Polisi menyebut akan mengembangkan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya aksi kejahatan yang dilakukan sindikat kejahatan ini di daerah lain. “Masih kami dalami, yang jelas sudah dimiliki pelaku beberapa tahun lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here