Home Berita Terdakwa Mengaku Transaksi Narkoba Dikendalikan Dari Lapas

Terdakwa Mengaku Transaksi Narkoba Dikendalikan Dari Lapas

162
0
SHARE

Sidang kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan terdakwa Ilham Barori (24), warga Desa Candi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo kembali digelar di di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis (25/7). Sidang dengan agenda mendegarkan keterangan dari terdakwa itu dipimpin oleh Fahrudin, selaku ketua majelis hakim.

Dikutip dari koranmemo.com, di hadapan majelis hakim, terdakwa mengaku sudah tiga kali melakukan transaksi bisnis haram tersebut. Transaksi pertama terjadi pada bulan Januari tahun 2018. Saat itu, ia menerima kiriman 8,5 kilogram ganja yang terbungkus kardus di rumahnya. Barang itu kemudian ia bungkus plastic, dan dikirimkan lagi dengan sistem ranjau di tepi jalan.

“Saya taruh di bawah pohon pinggir jalan. Nanti ada yang mengambilnya. Tapi saya tidak tahu siapa yang mengambil itu, karena hanya komunikasi lewat telpon,” urai pria yang berprofesi sebagai sopir ini.

Transaksi kedua, dilakukannya pada bulan Februari lalu. “Caranya sama dengan kiriman pertama. Setelah menerima dan mengirim lalu saya dikasih Rp 2 juta,” ucap bapak satu anak itu.

Untuk transaksi ketiga, yaitu pada pada 27 Maret lalu, ia lebih dahulu mengambil kiriman ganja dari kantor pos di Jalan Juanda. Sayangnya, pergerakan terdakwa sudah tercium oleh aparat kepolisian.

Terdakwa kemudian ditangkap Sat Reskoba Polresta Sidoarjo ketika mengambil paket tersebut. “Jumlahnya sama, yakni 10 balok  beratnya sekitar 8,5 kilogram,” cetus pria dengan tato itu.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang bernama Nanang. “Tapi saya hanya menjalankan perintah dari Nanang,” jawab Ilham saat ditanya majelis hakim.

Pengakuan mengejutkan kemudian keluar dari mulut terdakwa. Berdasarkan keterangannya, Nanang ternyata adalah tetagga dari terdakwa yang saat ini menghuni Lapas Porong, Sidoarjo akibat terjerat kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

“Saya dihubungi lewat telpon. Termasuk orang yang mengambil barang dari saya, juga saya diberi nomor telponnya oleh Nanang. Tapi saya tidak pernah bertemu dengan orang itu,” urainya.

Terdakwa mengaku, sejak awal dihubungi oleh Nanang ditawari menjadi kurir narkoba, dengan iming-iming upah Rp 2 juta setiap transaksi.

Tiga kali transaksi, semua dikendalikan Nanang dari dalam lapas. Ilham mengaku semua langkahnya dipandu oleh tetangganya tersebut. Nomor telpon penerima barang ada dua, dan tiga kali transaksi nomornya sama.

Setiap selesai menjalankan perintah dari sang bandar, Ilham langsung menerima transferan uang lewat rekening milik istrinya. “Tapi istri saya tidak tahu. Sebab rekening sudah lama tidak terpakai,” lanjutnya.

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here